• Homepage
  • >
  • Info
  • >
  • Ingin Terjun ke dalam Bisnis Minimarket? Ini Solusinya

Ingin Terjun ke dalam Bisnis Minimarket? Ini Solusinya

  • 5 Months ago

Melihat banyaknya keuntungan yang didapat para pengusaha muda dari sebuah bisnis franchise yang digelutinya, tidakkah anda merasa tertarik untuk mencobanya hai para anak muda? Masih zaman apa minta-minta uang jajan sama orang tua? Nggak bosan apa terus-terusan bekerja untuk orang lain? Kalau ada modal yang cukup, kenapa anda harus enggan untuk berbisnis? Betul nggak?

Di zaman seperti sekarang ini, peluang bisnis sangat menjanjikan, lho. Nggak percaya? Kalau memang peluang bisnis tidak menguntungkan, lantas mengapa banyak anak muda yang berhasil meraup untung jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta setip bulannya dari usaha yang mereka jalankan?

Memang kemampuan seseorang dalam mengelola bisnis tidak bisa disamaratakan, akan tetapi tidak ada salahnya juga jika anda mau mencoba memulainya dengan bisnis kecil-kecilan, yang tidak membutuhkan modal yang begitu besar. Yah, siapa tahu usaha anda ternyata mendapatkan respon yang baik dan bisa berkembang menjadi bisnis yang lebih besar. Iya nggak?

Nah, saat anda mendengar tentang bisnis franchise atau yang juga dikenal dengan sebutan waralaba, mungkin akan terlintas dalam pikiran anda beberapa nama seperti: Indomaret, Alfamart, atau mungkin juga Circle K. Sejauh ini, ketiga bisnis waralaba tersebut masih dapat mempertahankan eksistensinya di masyarakat.

Bagi anda yang mungkin berniat untuk terjun dalam bisnis waralaba seperti indomaret, alfamarat, maupun circle k ini, akan lebih baik jika anda mencari sejumlah informasi mengenai ketiganya, ataupun membandingkan ketiganya terlebih dahulu. Setelah membandingkan kelebihan dan kekurangannya, barulah anda bisa memutuskan untuk memilih satu diantaranya untuk anda jadikan sebagai peluang bisnis.

Perbedaan Indomaret, Alfamart dan Circle K

Indomaret dan Alfamart sebenarnya sama-sama termasuk bisnis franchise atau waralaba dalam bentuk minimarket, yang menyediakan sejumlah produk, baik itu produk makanan, minuman, keperluan rumah tangga dan lain sebagainya. Akan tetapi, kedua franchise tersebut juga memiliki perbedaan. Baik itu mengenai jenis pelayanan, harga produk yang dijual dan jenis produk yang disediakan pun beberapa ada yang berbeda.

Perbedaan inilah yang perlu menjadi pertimbangan anda, sebelum anda mengambil keputusan. Kehadiran minimarket yang berdekat-dekatan dan beberapa diantaranya buka sampai 24 jam, serta penampilan mereka yang identik dengan lampu yang terang benderang, membuat bisnis ini terlihat mengagumkan.

Keberadaan mereka yang sangat mendominasi dan bahkan letaknya yang saling berhadap-hadapan atau berjarak sangat dekat, sepertinya tidak begitu berpengaruh besar terhadap keberadaan mereka. Sejak sistem franchise dikenalkan kepada masyarakat, pengembangan gerai minimarket juga menjadi begitu pesat dan pada akhirnya bukan hanya ada di kota-kota ataupun kabupaten saja, bahkan hingga ke kecamatan sekalipun, mereka juga sudah ada.

Kedua minimarket ini saling beradu dan bersaing ketat, bahkan persaingan tersebut menjadi semakin seru karena salah satu minimarket bertaraf Internasional, yaitu Circle K yang berada di kota-kota besar di Indonesia juga ikut bersaing.

Meskipun tampilannya hampir mirip-mirip, sebenarnya ada pembeda diantara ketiganya. Indomaret dan Alfamart beroperasi sebagai minimarket, sedangkan Circle K mengusung konsep Convenience Store. Perbedaan konsep ini terlihat dari barang dagangan yang dipajang.

Jika biasanya minimarket menjual barang sehari-hari, seperti beras, minyak, rokok, toiletries, makanan, minuman dan lain-lain, maka Circle K yang mengusung konsep Convenience Store ini menjual barang-barang yang bisa langsung dikonsumsi dan lebih didominasi dengan makanan dan minuman.

Awalnya hanya Convenience Store saja yang buka selama 24 jam, tapi sekarang minimarket ternyata juga banyak yang beroperasi selama 24 jam.

Ketiga merek di atas sama-sama memberi kesempatan kepada masyarakat umum untuk membuka gerai melalui sistem franchise. Ketiganya menawarkan 2 pola pembukaan gerai, yaitu: membuka baru atau mengambil alih toko-toko yang telah menjadi milik mereka sendiri.

Tabel perbedaan berikut ini mungkin bisa menjadi patokan anda sebelum menutuskan untuk membukan salah satu gerai dari ketiga merek tersebut:

Awal Mula Munculnya Gerai Indomaret, Alfamart dan Circle K

Selain perbedaan ketiganya, anda juga harus mengetahui sejarah ketiga bisnis franchise tersebut. Bagaimana awalnya mereka muncul pertama kali, tahun berapa, dimana dan lain sebagainya. Informasi seperti ini juga penting untuk anda sebelum membuat keputusan.

1. Indomaret

Indomaret adalah gerai minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari. Minimarket ini dikelola oleh PT. Indomarco Prismatama. Untuk pertama kalinya, pembukaan Indomaret dilaksanakan di Kalimantan dan toko pertamanya dibuka di Ancol, Jakarta Utara, pada tahun 1988.

Setelah Indomaret teruji dengan lebih dari 230 gerai, barulah pada tahun 1997 perusahaan tersebut mulai mengembangkannya sebagai bisnis waralaba pertama di Indonesia. Pada Mei 2003, Indomaret meraih penghargaan dari Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sampai pada bulan Mei 2010, Indomaret telah memiliki 4.261 gerai yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Dari total tersebut, sebanyak 2.444 gerai adalah milik sendiri dan sisanya yaitu 1.817 gerai adalah waralaba milik masyarakat, yang tersebar di kota-kota di Jabotabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogjakarta, Bali, Lampung dan Medan.

Di DKI Jakarta saja, suda ada lebih dari 488 gerai Indomaret. Selain itu, Indomaret juga sudah bisa ditemukan di daerah perumahan, gedung perkantoran dan di tempat-tempat umum lainnya,  karena penempatan lokasi gerainya didasarkan pada motto, yaitu “mudah dan hemat”.

Di gerai minimarket ini, ada lebih dari 3.500 jenis produk makanan dan non-makanan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumen masayarakat sehari-hari. Pada awal tahun 2011, diketahui bahwa Indomaret telah mengubah logonya dengan logo Indomaret di dalam kotak berwarna merah, biru dan kuning di atasnya.

2. Afamart

Alfamart pertama kali didirikan oleh Djoko Sutanto pada tanggal 22 Februari 1989, yang awalnya beroperasi di Jln. Beringin jaya, Karawaci, Tanggerang – Banten. Pada bulan Desember 1989, PT. Sampoerna, Tbk memiliki hak aset perusahaan sebesar 70% dan PT. Sigmantara Alfindo sebesar 30% pada alfamart.

Dengan visi dan misi nya “Belanja puas, harga pas”, PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (nama perusahan yang sekarang) ini telah berjalan selama lebih dari 20 tahun. Pada saat ini Alfamart telah memiliki kurang lebih 21 kantor cabang yang tersebar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi, dengan lebih dari 6000 toko.

Alfamart merupakan salah satu perusahaan bisnis retail minimarket yang terkemuka di Indonesia. Gerai minimarket yang satu ini menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari, mulai dari produk makanan, minuman, produk kecantikan, alat tulis, pulsa elektronik sampai ke peralatan sederhana rumah tangga (gayung, ember, keset kaki, sapu, dan lain-lain).

Harga yang dipatok di Alfamart ini pun sangat mudah dijangkau, karena target market utamanya adalah untuk konsumen kelas ekonomi rendah sampai ke kelas ekonomi menengah. Selain itu, pelayananannya juga ramah, memilikiproduk yang berkualitas, harga yang murah, serta toko yang mudah dikunjungi karena memiliki cabang dibanyak tempat.

Alfamart memiliki beberapa pesaing dalam bisnis minimarket retail, dari mulai yang terbesar sampai yang terkecil. Alfamart boleh dikatakan mampu dalam mengalahkan pesaing-pesaing lamanya yang telah lebih dahulu memasuki dunia bisnis ini (seperti Indomaret). Hal itu dapat terlihat dari banyaknya jumlah cabang dan toko alfamart yang tersebar di beberapa Pulau di Indonesia.

Selain itu, pesaing utama Alfamart ini sebenarnya adalah Indomaret, karena secara kasat mata persaingan antara kedua minimarket ini terlihat dari letak toko yang sering bersebelahan atau berdekatan jaraknya. Di dalam persaingan tersebut, Alfamart berusaha menggunakan strategi competitive advantage dan differentiation advantage.

Strategi competitive advantage nya adalah dengan menggunakan pendekatan keunggulan harga (cost advantage). Alfamart berusaha menjual produknya dengan harga yang lebih murah dan dengan kualitas yang sama baiknya atau bahkan lebih, karena jenis produk yang dipasarkan sama.

Selain itu strategi competitive advantage yang lain yang dilakukan adalah dengan melakukan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan yang diberikan. Inovasi yang diciptakan oleh Alfamart adalah dengan membuat program member bagi pelanggan setianya. Dengan program member ini pelanggan akan diberikan kartu anggota/member card yang akan digunakan pada saat pelanggan akan melakukan pembayaran.

3. Circle K

Circle K adalah jaringan waralaba atau minimarket Internasional yang berasal dari Amerika Serikat. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1951 di El Paso, Texas. Jaringan minimarket Circle K kini dimiliki dan dioperasikan oleh jaringan waralaba toko retail terbesar di Kanada, yaitu perusahaan Alimentation Couche-Tard.

Di Indonesia, Circle K adalah sebuah minimarket yang beroperasi selama 24 jam penuh. Hal ini menjadikannya sangat popular di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, dimana pada awal kemunculannya, konsep minimarket seperti ini masih jarang ditemukan.

Circle K menjadi trend-setter bagi banyak minimarket sejenis yang muncul saat ini. Circle K ini populer di kalangan remaja kota besar di Indonesia. Di mata para remaja, Circle K dicitrakan sebagai minimarket zaman sekarang, dimana mereka menyediakan berbagai minuman alkohol dan rokok yang cukup lengkap dan beroperasi 24 jam.

Pembelinya juga diizinkan untuk duduk di depan gerainya sambil menikmati belanjaannya, sehingga secara tidak langsung Circle K menjadi kawasan berkumpulnya remaja, khususnya pada malam hari. Saat ini, Circle K bersaing dengan sejumlah gerai minimarket lainnya seperti: Indomaret dan Alfamart.

Untuk dapat tetap bersaing, Circle K ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Mudah ditemukan karena memiliki kurang lebih 3500 store di Indonesia.
  • Memiliki teknologi pengukur usia yang digunakan sebagai pengukur kebenaran ID pelanggan.
  • Dilengkapi dengan sistem keamanan yang baik di setiap minimarket untuk kenyamanan berbelanja bagi para pelanggan.
  • Keramahan pegawai dan casier dalam melayani pembeli atau pelanggan.
  • Selain menjual produk dalam negeri, Circle K juga menjual produk dari import.
  • Di setiap store Circle K tersedia lahan untuk parkir.
  • Salah satu minimarket di Indonesia yang buka hingga 24 jam non-stop.

Namun selain memiliki sejumlah kelebihan, minimarket ini juga memiliki kelemahan, yaitu:

  • Hanya membuka store di kota-kota besar di Indonesia.
  • Produk yang dijual biasanya hanya berupa makanan ringan, softdrink, rokok dan jarang menjual produk untuk kebutuhan rumah tangga.
  • Meskipun telah mendapat izin dari pemerintah, Circle K menjual produk-produk minuman yang menganduk kadar alkohol.
  • Produk yang di jual relatif sedikit lebih mahal daripada bisnis retail yang lain, hal ini dikarenakan pajak yang dibayar oleh pihak Circle K kepada pemerintah atas izin menjual produk-produk dari import dan minuman yang mengandung alkohol.

Itulah beberapa informasi mengenai beberapa contoh merek bisnis franchise atau waralaba yang saat ini sedang booming di Indonesia. Eksistensi yang dimiliki oleh ketiga merek dagang tersebut telah berhasil memberikan keuntungan besar bagi masing-masing pemiliknya.

Jadi setelah membaca artikel ini, apakah anda sudah bisa mengambil keputusan untuk memilih salah satu diantara merek tersebut, untuk anda jadikan sebagai peluang bisnis anda? 

  • facebook
  • googleplus
  • twitter
  • linkedin
  • linkedin
Previous «
Next »